Showing posts with label materi. Show all posts
Showing posts with label materi. Show all posts

Tuesday, November 8, 2016

Contoh Proposal Kegiatan Perkemahan

PROPOSAL PERKEMAHAN SABTU MINGGU ( PERSAMI )
Penerimaan anggota Penegak Ambalan Hidayatus Shibyan
Gugus Depan Kota Lamongan

I. Pendahuluan. ( Latar Belakang Penyelenggaraan Kegiatan)
Gerakan Pramuka adalah pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangasa agar menjadi generasi yang lebih baik, sanggup bertanggung jawab dan mampu membina dan membangun sebagai penerus generasi selanjutnya.
Dalam mencapai tujuannya, antara lain dalam upaya menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman melalui berbagai kegiatan.
Untuk hal tersebut perlu memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan bagi para anggota Pramuka ambalan Hidayatus Shibyan dalam upaya pembentukan watak dan mental menjadi manusia yang berkepribadian dan berjiwa Pancasila.
Kegiatan tersebut selain merupakan upaya pembinaan anggota Amabalan, juga merupakan program kerja tahunan yang telah ditetapkan melalui  musyawarah ambalan.
 
II.   Dasar Kegiatan. ( Landasan / dasar penyelenggaraan)

1.        Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
2.        Program Kerja Ambalan Hidayatus Shibyan tahun 2015/2016.
3.        Rapat Dewan Ambalan pada tanggal 4 September 2016.

III.  Tujuan. ( Tujuan kegiatan yang hendak dicapai )
1.      Pembekalan materi pengetahuan dan ketrampilan kepramukaan bagi anggota Pramuka Gugus Depan
         24.104 – 24.105.
2.      Menanamkan disiplin dan mental yang lebih baik.
3.      Penerimaan dan pelantikan anggota Ambalan Pramuka Penegak Gugus Depan 24.104 – 24.105.

IV.     Motto. ( Semboyan selama pelaksanaan kegiatan )
Disiplin – Setia – Persaudaraan

V.     Nama Kegiatan.( Beri nama kegiatan sesuai kegiatan yang dimaksud )
Perkemahan Sabtu Minggu (Persami)
Jenis Kegiatan :
1.        Penjelajahan/ Haiking,
2.        Pembekalan dan Pemantapan Materi Kepramukaan.
3.        Penerimaan dan Pelantikan anggota.
4.        Out Door Games.
5.        Api Unggun.
6.        Diskusi.
7.        Upacara.
 
VI.     Waktu dan Tempat. ( Menjelaskan waktu,tempat/ lokasi kegiatan, )

Hari/ Tanggal       : Sabtu-Minggu, 2-3 Oktober 2016
                             Sabtu mulai 07.30 s/d   Minggu 12.00)
Tempat                :  Bumi Perkemahan ............................

VII.    Sistim Penyelenggaraan. ( Sistem/ Tehnis pelaksanaan, jadwal )
Kegiatan diselenggarakan dengan cara berkemah/ mendirikan tenda, dengan dibentuk tiap kelompok/ Sangga.
Jadwal Kegiatan Terlampir.
 
VIII.    Peserta.( Siapa yang ikut, syarat, persyaratan lainnya )

1.        Peserta adalah siswa-siswi kelas 1, atau anggota Pramuka yang telah memenuhi usia Penegak.
2.        Sehat Jasmani dan Rohani serta mendapatkan ijin dari Orang tua.
3.        Membawa perlengkapan berkemah dan keperluan Pribadi.
4.        Memenuhi Persyaratan yang telah ditetapkan Panitia.
Daftar Peserta dan Persyaratan Terlampir.

IX.      Kepanitiaan. ( Siapa yang jadi panitia, pelindung, penasehat dll )
Penyelenggaraan kegiatan telah dibentuk kepanitiaan yang terdiri dari Anggota Pramuka Ambalan Hidayatus Shibyan. Kepanitian tersebut dibentuk pada tanggal 4 September 2016.
Daftar susunan kepanitiaan terlampir.

X.    Anggaran.( Sunber, besar iuran  dan rencana pembiayaan )
Anggaran kegiatan bersumber dari ;
1. Iuran anggota/ Peserta.
2. Kas Ambalan.
3. Bantuan/ Subsidi pihak Sekolah.
Perincian anggaran dan kebutuhan terlampir.

 XI.   Penutup.
Demikian proposal ini diajukan untuk menjadikan periksa. Selanjutnya atas kebijakan dan dukungan dari berbagai pihak sangat kami harapkan.
Atas perhatuiannya diucapkan terima kasih.
 
Lamongan, 11 September 2016.
Ambalan Hidayatus Shibyan
Gugus Depan 24.104 – 24.105

Pradana Putra,                                                      Pradana Putri,

_______________                                                 _______________

               Pembina Gudep 24.104.                                 Pembina Gudep 24.105,

                   ...............................                                     ...............................
                                                                 Mengetahui,
Kepala Sekolah ....................
Selaku Ka Mabigus Gerakan Pramuka


…………………………………


Lampiran :
1.        Jadwal Kegiatan.
2.        Anggaran Penyelenggaraan.
3.        Persyaratan dan Daftar Peserta.
4.        Blangko surat ijin Orang Tua.
5.        Susunan Panitia

Thursday, September 22, 2016

Manfaat Pramuka dalam kehidupan sehari-hari

Pramuka merupakan sebuah organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia yang sangat bermanfaat bagi semua orang. Diantaranya,
dalam pramuka akan diajarkan bagaimana memanfaatkan waktu serta bagaimana jika kita sedang mengemban suatu tugas. sehingga semua tugas kita dapat terselesaikan tepat pada waktunya dan kita juga bisa menjadi orang yang lebih disiplin lagi. Dan lebih dari itu kegiatan pramuka masih mempunyai manfaat yang masih banyak lagi yang sangat dibutuhkan oleh semua orang.

Kegiatan yang ada dalam pramuka kebanyakan kegiatan diluar ruangan (outdoor) yang memungkinkan kita untuk lebih dekat dengan alam ini. Dalam pramuka sifat mandiri itu merupakan sifat yang wajib dimiliki setiap individunya. Meskipun itu masih merupakan aturan, maka jika kita melakukan kegiatan mandiri itu terus-menerus maka kita akan terbiasa melakukan suatu hal dengan mandiri tanpa menyusahkan orang lain. kemudian sifat kepemimpinan juga sangat diperlukan dalam pramuka. Jika mengikuti pramuka kita pasti tidak akan jauh dengan kepemimpinan baik itu kepemimpinan saat menjadi tugas upacara maupun sebagai pemimpin dalam suatu event pramuka yang diadakan sekolah. Disini juga akan dilatih ketrampilan dalam berorganisasi. Seperti bagaimana mengahadapi suatu masalah dalam organisasi atau yang lain. Dalam pramuka akan diajarkan menjadi anggota organisasi yang hebat. Serendah apapun pangkat kita, jika kita melakukan tugas dalam kewajiban kita sebagi anggota suatu organisasi maka kita akan terlatih dalam kemampuan kita mengelola suatu organisasi.

Monday, July 18, 2016

Kata Mutiara Dalam Pramuka

Kata mutiara adalah kalimat-kalimat indah yang bertujuan membangkitkan motivasi semangat seseorang. Kata Mutiara merupakan sebuah istilah yang terdiri dari dua penggabungan kata, yaitu kata MUTIARA yang berarti sebuah benda keras yang diproduksi di dalam jaringan lunak khususnya dalam mantel dari moluska hidup. Mutiara merupakan sebuah benda yang berharga sangat mahal dan kerap dijadikan sebagai perhiasan yang sangat bagus. Sementara arti KATA  berarti suatu unit dari suatu bahasa yang mengandung arti dan terdiri dari satu atau lebih morfem. Bila digabungkan dari dua pengertia antara kata dan mutiara, maka akan dapat disimpulkan bahwa Kata Mutiara merupakan suatu akar kata yang memiliki arti yang sangat mahal, bahkan kata tersebut setara dengan hal-hal yang bersifat mulia.

Berikut beberapa kata-kata mutiara dalam PRAMUKA :

PRAMUKA
MENGAJARKAN KEBERSAMAAN, KEDISIPLINAN, KEMANDIRIAN
JIWA KORSA DAN SEMANGAT PANTANG MENYERAH

SEMANGAT KEPRAMUKAAN TETAP BERGELORA
CIPTAKAN SUASANA PERSAUDARAAN DAN SALING MENGHARGAI

BERSAMA MEMBANGUN BANGSA INDONESIA
JAYALAH INDONESIAKU
SATYAKU KU DARMAKAN
DARMAKU KU BAKTIKAN
SALAM PRAMUKA !

RIANG GEMBIRA, PANTANG PUTUS ASA
ITULAH JIWA PRAMUKA

GERAKAN PRAMUKA HARUS TERUS DIPUPUK
SEBAGAI WADAH BAGI PEMBENTUKAN NASIONALISME DAN PATRIOTISME KITA SALAM PRAMUKA !

SATU PRAMUKA, UNTUK SATU INDONESIA
JAYALAH NEGRIKU

SEBUAH PERNGORBANAN TANPA PENGHABISAN
KARENA AKU PRAMUKASALAM PRAMUKA !

WUJUDKAN BANGSA YANG BERKARAKTER DAN BERMARTABAT
MELALUI GERAKAN PRAMUKA

PADA DETIK – DETIK YANG MENYENGSARAKAN, JANGAN PERNAH KEHILANGAN HARAPAN.
INGAT !! HUJAN YANG LEBAT DIHASILKAN DARI MENDUNG YANG GELAP
SALAM PRAMUKA !

SATU HARTA YANG SANGAT BERHARGA YANG JARANG DIMILIKI ORANG MASA KINI,
ITULAH KEJUJURAN

KESUKSESAN PALING BESAR ADALAH BISA BANGKIT SAAT TERJATUH
JANGAN PERNAH MENGELUH TERHADAP COBAAN YANG SEDANG MENIMPA KITA
SALAM PRAMUKA

semoga bermanfaat...

Sunday, May 29, 2016

Upacara Penggalang


Upacara Penggalang.
Salam pramuka…
Dalam kegiatan pramuka , mesti ada yang namanya upacara pembukaan suatu kegiatan dalam pramuka itu. Nah disini kita akan membahas tata cara upacara dalam pramuka. Khususnya upacara penggalang
Berikut tata cara upacara pembukaan latihan penggalang.
Upacara pembukaan latihan
Peralatan 
  1. Bendera merah putih
  2. Tiang bendera disertai tali penggereknya
  3. Teks Pancasila
  4. Teks Dasa Dharma
Petugas
  1. Pratama
  2. Petugas pengibar bendera ( 3 orang )
  3. Pembaca teks dasa dharma
Pelaksanaan 
  1. Pratama (di tengah lapangan depan tiang bendera) memanggil pasukan dengan barisan berbentuk angkare (termasuk petugas upacara menempatkan diri)
  2. Pratama menjemput pembina ( sikap lari )
·         Pratama memberi hormat
·         Pratama melapor, “Lapor, upacara pembukaan latihan siap dimulai, mohon kakak berkenan menjadi pembina”
·         Pembina menjawab : “laporan kakak terima, laksanakan”
·         Pratama : “laksanakan”
  1. Pembina berjalan menuju tempat upacara diikuti pembantu pembina dan pratama (pratama berjalan di sebelah kiri belakang pembina)
  2. Pembina menempatkan diri di belakang tiang bendera.
  3. Pembantu pembina berdiri di belakang pembina
  4. Pratama terus berjalan dan berhenti-balik kanan di depan tiang bendera lurus dengan tiang bendera dan pembina.
·         Pratama memimpin penghormatan ( Pratama : “kepada kakak pembina, hormaaat…grak….. tegaaak .. grak)
·          Pratama menyerahkan pasukan kepada pembina : “ Pasukan kami serahkan”
·         Pembina : “Pasukan kakak terima, kembali ke tempat”
·         Pratama : “kembali ke tempat”
  1. Pratama balik kanan- hadap kiri berlari menuju regunya dan berhenti di depan wapinru
·         Pratama memberi hormat, wapinru membalas.
·         Wapinru menyerahkan bendera regu kepada pratama
·         Wapinru memberi hormat, pratama membalas.
·         Wapinru balik kanan. Sikap lari menuju sebelah kiri regunya (dari belakang regu) dan pratama menempati posisi pinru.
  1. Petugas mengibarkan bendera, sedangkan penghormatan bendera dipimpin pembina. Tempat petugas bendera berada di tengah-tengah barisan angkare lurus dengan tiang bendera dan pembina.
·         Petugas tengah : “luruskan… Lurus”. “langkah  tegap, maju jalan”
·         Berhenti kira-kira 3 langkah dari tiang bendera, “ berhenti..grak”
·         “3 langkah maju jalan. Hadap kanan-kiri grak – Siapkan tali.
·         “bendera siap.
·         Pembina : “kepada bendera merah putih, hormat…grak. Tegak grak( ketika selesai)
·         Petugas : “hadap kanan kiri…grak”, “3 langkah ke belakang .. jalan”, “Luruskan…lurus”. kepada bendera merah putih.. hormat…grak”. “ tegak..grak”. “balik kanan langkah tegap maju jalan”
·         Petugas berjalan lagkah tegap ke tempat semula. “balik kanan.. henti ..grak”. luruskan..lurus”
  1. Pembina membaca teks pancasila diikuti peserta upacara
·         Pembantu pembina yang membawa teks pancasila maju dan menyerahkan kepada pembina.
·         Pembina membaca teks pancasila diikuti peserta.
·         Selesai, pembantu pembina maju menerima kembali teks pancasila dan kembali ke tempat semula.
  1. Teks Dasa Dharma dibaca oleh petugas.
·         Petugas berada di sebelah wapinru paling kiri, mengambil sikap lari dan berlari menuju tengah lapangan berhenti di depan bendera, menghadap lurus bendera dan pembina.
  1. Amanat dari pembina dilanjutkan doa bersama.
·         Pembina berjalan ke tengah lapangan (lewat sebelah kanan bendera) berhenti di depan bendera.
·         Pembina bersikap istirahat dan diikuti peserta upacara.
·         Pembina menyampaikan amanat dilanjutkan memimpin do’a.
·         Pembina kembali ke tempat semula (berjalan di sebelah kiri bendera).
  1. Serah terima bendera regu pratama.
·         Wapinru mengambil sikap lari dan berlari (di depan regu) berhenti di depan pratama.
·         Wapinru menghormat, pratama mambalas.
·         Pratama menyerahkan bendera regu kepada wapinru.
·         Pratama menghormat.
·         Pratama mengambil sikap lari dan berlari ke tengah lapangan, berhenti di depan bendera lurus dengan pembina.
·         Wapinru menempati tempat pratama
  1. Serah terima pasukan dilanjutkan penghormatan.
·         Pembina : “pasukan kakak serahkan”
·         Pratama : “pasukan kami terima”
·         Pratama : “kepada kakak pembina.. hormat..grak”. “tegak.. grak”
  1. Pembina meninggalkan tempat upacara diikuti pembantu pembina
  2. Pratama balik kanan dan membubarkan pasukan.

Saturday, May 28, 2016

MATERI DASAR PERATURAN BARIS BERBARIS (PBB)


MATERI DASAR PERATURAN BARIS BERBARIS (PBB)

PENGERTIAN

Baris berbaris adalah suatu wujud latihan fisik, diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara hidup,  yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.

MAKSUD DAN TUJUAN

Guna menumbuhkan sikap jasmani yang Tegap dan Tangkas, Rasa Ppersatuan, Displin, dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan Pribadi dan secara tidak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.

KETENTUAN KHUSUS

1.      Para Pimpinan wajib mengetahui, mengenal kegunaannya serta senantiasa menegakkan peraturan tersebut.
2.      Para pembantu pimpinan wajib Paham isinya, Mahir mengerjakannya dan mampu melatihnya.

KEWAJIBAN PELATIH

1.    Terwujud atau tidaknya maksud dan tujuan Peraturan ini sangat tergantung kepada mutu serta kesanggupan seorang Pelatih.
2.    Hasil yang baik akan dapat diperoleh dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut  :
a.       Rasa Kasih Sayang
b.       Persiapan
c.       Mengenal Tingkatan anak didik
d.       Tidak Sombong
e.       Adil
f.        Teliti
g.       Sederhana
3.      Perhatian Khusus dengan latihan ( Driil ) tidak hanya untuk mengetahuinya saja , jangan terlalu banyak bercerita melainkan Tauladan, Mencoba, Mengoreksi, Mengulangi, sehingga paham mengerjakannya.

ABA-ABA

Aba-Aba adalah perintah yang diberikan oleh seorang Komandan kepada pasukannya untuk dilaksanakan pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
Macam-macam Aba-Aba :
a. Petunjuk
b. Peringatan
c. Pelaksanaan

Aba-Aba Petunjuk digunakan hanya jika perlu saja, untuk menegaskan maksud dari pada peringatan/pelaksanaan.
Contoh :  - Untuk perhatian –Istirahat ditempat = Gerak
                 - Untuk Istirahat--Bubar Jalan
                 - dsb.
Aba-Aba Peringatan Inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh :  - Lencang Kanan = Gerak
                 - Istirahat ditempat = Gerak
                 - dsb.
Aba-Aba Pelaksanaan Ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba petunjuk/peringatan dengan cara serentak atau berturut-turut.
Aba-aba Pelaksanaan yang dipakai :
a. GERAK
b.JALAN
c. MULAI
GERAK : Untuk gerakan tanpa meninggalkan tempat yang menggunakan kaki, baik dalam keadaan berjalan maupun berhenti.
Contoh :  - Jalan ditempat = Gerak
                -  Siap = Gerak
                -  dsb
JALAN : Untuk gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat
Contoh :  - Dua langkah kedepan = Jalan
                 - Haluan Kanan = Jalan.
                 - dsb
Apabila gerakan meninggalkan tempat tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba pelaksanaan didahuluii dengan aba-aba peringatan MAJU
MULAI  :  Dipakai pada pelaksanaan perintah yang dilaksanakan berturut-turut.
Contoh :  - Hitung = Mulai
                 - Berbanjar/bersaf kumpul = Mulai

Cara memberi aba-aba :
a.         Pada waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan.
b.         Apabila aba-aba berlaku juga pada si pemberi aba-aba maka tidak menghadap pasukan.
Contoh :  - Pada saat penghormatan kepada Pembina Upacara.
Menyiapkan pasukan pada saat Pembina upacara memasuki lapangan upacara dan Menyiapkan setelah amanat selesai.
c.         Apabila ada suatu bagian pembetulan maka diberikan perintah ULANGI

CARA MELATIH BERHIMPUN

1.        Apabila seorang Komandan ingin mengumpulkan anggotanya secara Bebas, maka diberikan aba-aba BERHIMPUN ‘ MULAI ‘
2.        Pelaksanaannya :
·         Pada waktu aba-aba peringatan ( BERHIMPUN ) seluruh anggota mengambil  Sikap Sempurna dan menghadap penuh kepada yang memberi aba-aba.
·          Pada aba-aba pelaksanaan ( MULAI ) seluruh anggota mengambil sikap  untuk Lari dan selanjutnya lari menuju kepada Komandan dimana seluruh anggota berdiri bebas  dengan jarak 3 langkah.
·          Pada wkatu sampai didepan Komandan  mengambil sikap sempurna dan langsung Istirahat, tidak menyampaikan penghormatan.
·         Setelah komandan memberikan aba-aba SELESAI,  seluruh anggota mengambil sikap sempurna kemudian balik kanan dan selanjutnya menuju ketempat masing-masing.
Catatan : Berhimpun adalah bentuknya mengikat, jumlah safnya tidak mengikat